Mengulas Insiden Mendarat Darurat American Airlines: Ketika Perangkat Elektronik Terbakar di Kabin
| Mengulas Insiden Mendarat Darurat American Airlines: Ketika Perangkat Elektronik Terbakar di Kabin |
Sebuah penerbangan American Airlines dari Philadelphia menuju Phoenix pada Sabtu, 23 Agustus 2025 terpaksa mendarat darurat setelah sebuah perangkat elektronik milik penumpang terbakar di dalam kabin, memicu asap dan kekhawatiran di antara penumpang dan awak pesawat.
Pesawat Flight 357 yang membawa sekitar 160 penumpang dan 6 awak kabin mulai mengalami masalah sekitar 1 jam setelah lepas landas ketika bau asap yang kuat tercium di kabin. Maskapai dan Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan bahwa asap berasal dari perangkat elektronik penumpang yang mulai terbakar, kemungkinan besar karena baterai lithium-ion di dalam perangkat tersebut.
Menyadari potensi bahaya, pilot segera mengumumkan keadaan darurat, mengubah rute penerbangan, dan mendaratkan pesawat di Bandara Internasional Washington Dulles, Virginia, AS.
Awak kabin dengan cepat menggunakan peralatan pemadam api yang tersedia di pesawat untuk mematikan perangkat yang terbakar, sebelum pesawat mendarat. Meskipun asap sempat memenuhi kabin, tidak ada laporan korban luka serius, dan pesawat berhasil mendarat dengan selamat tanpa insiden lanjutan.
Tim tanggap darurat sudah bersiap di landasan saat pesawat tiba, memastikan evakuasi berjalan aman jika diperlukan. Penumpang kemudian dibantu untuk keluar dan dipindahkan ke penerbangan alternatif setelah situasi dinyatakan aman.
Kebakaran kecil ini dipicu oleh perangkat elektronik berbaterai lithium-ion — jenis yang umum digunakan di ponsel, tablet, dan power bank. Baterai lithium-ion rentan mengalami kegagalan termal (thermal runaway) yang dapat menyebabkan percikan api atau asap jika rusak atau mengalami stress selama penerbangan, seperti tekanan udara atau panas berlebih.
FAA sendiri mencatat bahwa insiden terkait kebakaran perangkat elektronik selama penerbangan meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir karena banyaknya perangkat berukuran kecil dibawa penumpang di kabin.
American Airlines menyatakan bahwa keselamatan penumpang dan awak merupakan prioritas tertinggi dan bahwa situasi berhasil ditangani sesuai prosedur tanpa cedera serius. Maskapai juga bekerja sama dengan FAA untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab kejadian ini.
FAA memberikan pernyataan serupa, menegaskan bahwa setiap asap atau api di kabin dianggap sebagai keadaan darurat penerbangan dan diperlukan pendaratan secepat mungkin untuk keselamatan.
Kebakaran atau asap karena perangkat elektronik bukan peristiwa pertama yang dilaporkan di dunia penerbangan. Maskapai lain juga mengalami event serupa yang menyebabkan pendaratan darurat atau evakuasi, seperti insiden pada pesawat Air China dan Hawaiian Airlines di mana baterai lithium-ion perangkat penumpang mulai mengeluarkan asap atau menyala.
Peristiwa-peristiwa ini mempertegas bahwa:
-
Perangkat ber-baterai lithium-ion harus dibawa di bagasi kabin, bukan di bagasi terdaftar, karena asap atau kebakaran di kabin lebih mudah ditangani dengan peralatan yang ada.
-
Penumpang perlu menjaga perangkat elektronik dalam kondisi yang aman, serta mematikan atau menonaktifkannya saat diminta oleh awak kabin.
-
Maskapai terus memperbaharui protokol keselamatan penanganan kebakaran kabin termasuk pelatihan kru dan peralatan pemadam khusus.
Insiden penerbangan American Airlines yang mendarat darurat karena perangkat elektronik terbakar merupakan peringatan penting tentang risiko yang masih ada meskipun penerbangan komersial termasuk yang paling aman. Respons cepat awak kabin, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, dan kesiapsiagaan pilot membuat situasi ini mampu dikendalikan dengan tanpa korban serius.