Presiden Prabowo Tegaskan Siap Hadapi Dampak Global Pasca Putusan Mahkamah Agung AS
| Presiden Prabowo Tegaskan Siap Hadapi Dampak Global Pasca Putusan Mahkamah Agung AS |
Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan pemerintah dalam menghadapi dampak global setelah putusan terbaru dari Mahkamah Agung Amerika Serikat memicu gejolak di pasar internasional. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas kekhawatiran pelaku usaha dan investor terhadap potensi tekanan ekonomi global.
Putusan lembaga yudikatif tertinggi AS tersebut disebut berpotensi memengaruhi:
-
Stabilitas pasar keuangan global
-
Arus investasi asing
-
Pergerakan nilai tukar dan pasar saham
-
Kebijakan perdagangan dan regulasi internasional
Indonesia sebagai bagian dari ekonomi global tentu tidak sepenuhnya kebal terhadap dinamika tersebut.
Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah langkah antisipatif, antara lain:
1️⃣ Memperkuat ketahanan ekonomi domestik
Fokus pada konsumsi dalam negeri dan stabilitas harga pangan.
2️⃣ Menjaga stabilitas fiskal dan moneter
Koordinasi erat dengan otoritas keuangan untuk menjaga defisit dan inflasi tetap terkendali.
3️⃣ Diversifikasi mitra dagang
Mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu dan memperluas kerja sama ekonomi regional.
4️⃣ Percepatan investasi strategis
Mendorong proyek hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri.
Gejolak global biasanya berdampak pada nilai tukar dan pasar modal. Pemerintah menekankan kesiapan instrumen stabilisasi, termasuk cadangan devisa yang kuat serta kebijakan intervensi jika diperlukan.
Investor juga diharapkan tetap tenang mengingat fundamental ekonomi Indonesia dinilai cukup solid.
Presiden menekankan bahwa pemerintah pusat, otoritas keuangan, serta pelaku usaha harus bergerak secara terkoordinasi. Stabilitas politik dan kepastian hukum di dalam negeri dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor.
Pernyataan Presiden Prabowo menunjukkan sikap waspada namun optimistis terhadap dinamika global pasca putusan Mahkamah Agung AS. Dengan strategi penguatan ekonomi domestik dan diversifikasi kerja sama internasional, pemerintah berharap Indonesia mampu meredam dampak eksternal dan menjaga momentum pertumbuhan nasional.